<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ujianku.com &#187; Ujian Nasional</title>
	<atom:link href="http://www.ujianku.com/tag/ujian-nasional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ujianku.com</link>
	<description>Soal Try Out SPMB SNMPTN UAN CPNS Gratis</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Aug 2011 11:39:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Ngawi kekurangan soal UN untuk SMK</title>
		<link>http://www.ujianku.com/2010/03/ngawi-kekurangan-soal-un-untuk-smk/</link>
		<comments>http://www.ujianku.com/2010/03/ngawi-kekurangan-soal-un-untuk-smk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 23:46:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional (UAN)]]></category>
		<category><![CDATA[uan]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ujianku.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Ngawi Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi, Jatim, mengaku masih kekurangan soal ujian nasional (UN) untuk sekolah menengah kejuruan (SMK) yang seyogyakan akan digunakan dalam ujian mulai Senin besok (22/3).Menurut Kepala Seksi ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>Ngawi </b><br />Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi, Jatim, mengaku masih kekurangan soal ujian nasional (UN) untuk sekolah menengah kejuruan (SMK) yang seyogyakan akan digunakan dalam ujian mulai Senin besok (22/3).<br />Menurut Kepala Seksi Pendidikan SMA dan SMK Dinas Pendidikan Ngawi, Suhariyanto, Minggu, kekurangan itu diketahui saat petugas mengeceknya sebelum soal didistribusikan ke tingkat polsek pada Sabtu (20/3).<br />&#8220;Jumlah kekurangannya mencapai 10 amplop. Naskah soal yang kurang itu untuk SMK di bidang teori kejuruan,&#8221; ucapnya mengungkapkan.<br />Meski terjadi kekurangan soal ujian, namun Dinas Pendidikan Ngawi menjamin hal tersebut tidak akan mengganggu kelancaran pelaksanaan UN, karena soal yang mengalami kekurangan bukan diujikan pada hari pertama jadwal ujian.<br />&#8220;Petugas dari Dinas Pendidikan Ngawi akan berangkat ke Surabaya untuk mengambil kekurangan soal tersebut pada Senin (22/3). Itu bersamaan dengan penyerahan lembar jawaban komputer siswa yang harus disetorkan pada jadwal UN hari pertama,&#8221; katanya.<br />Saat ini, soal UN mata pelajaran lain tidak mengalami masalah telah didistribusikan ke 19 Polsek yang ada di Kabupaten Ngawi. Sebelumnya dari Surabaya, soal dititipkan ke Mapolres Ngawi. Penyimpanan soal di kantor polisi itu untuk menjaga kerahasiaan soal tersebut hingga hari H (hari pelaksanaan) UN.<br />&#8220;Pihak sekolah masing-masing yang akan mengambilnya ke polsek pada pagi hari sebelum UN digelar. Selain itu, jika tetap berada di mapolres, jarak tempuh pendistribusian soal akan lebih jauh lagi,&#8221; paparnya.<br />Pihaknya berharap pengalaman pahit tidak lulus 100 persen yang menimpa salah satu sekolah favorit di Ngawi pada UN tahun lalu tidak terulang lagi.<br />&#8220;Untuk menghindari kasus tersebut, kami telah mengingatkan para siswa agar tidak percaya dengan beredarkan kunci jawaban palsu yang justru menyesatkan, apalagi nanti masih ada UN ulang,&#8221; ujarnya.<br />Data dari Dinas Pendidikan setempat mencatat UN tingkat SMA di Ngawi tahun ini akan diikuti sebanyak 2.368 siswa dari SMA, 835 siswa dari Madrasah Aliyah, dan 4.098 siswa dari SMK.<br />Technorati Tags: <a class="performancingtags" href="http://technorati.com/tag/uan" rel="tag">uan</a>, <a class="performancingtags" href="http://technorati.com/tag/ujian%20nasional" rel="tag">ujian nasional</a>, <a class="performancingtags" href="http://technorati.com/tag/ujian" rel="tag">ujian</a></p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" alt="" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=b02556d9-3a68-8a23-b370-f29c1d2a102c" /></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ujianku.com/2010/03/ngawi-kekurangan-soal-un-untuk-smk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Buat Yang Mau UAN</title>
		<link>http://www.ujianku.com/2010/03/tips-buat-yang-mau-uan/</link>
		<comments>http://www.ujianku.com/2010/03/tips-buat-yang-mau-uan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 23:42:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Tips and trik]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional (UAN)]]></category>
		<category><![CDATA[uan]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ujianku.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[ini mungkin tips buat agan yg mau UAN !! 1. &#8220;Memory External&#8221; Cara ini adalah yang paling sering dilakukan &#38; sangat efektif. Menggunakan kertas kecil, sehingga memudahkan saat misi mencontek ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ini mungkin tips buat agan yg mau UAN !! </p>
<p>1. &#8220;Memory External&#8221;</p>
<p><img src="http://i300.photobucket.com/albums/nn4/NIKOINOVA/MemoryExternal.jpg" alt="" border="0" /><br />Cara ini adalah yang paling sering dilakukan &amp; sangat efektif. Menggunakan kertas kecil, sehingga memudahkan saat misi mencontek dilakukan. Cara ini memiliki resiko yg tidak terlalu besar. Mengapa? Kerena dengan ukuran kertas yg kecil, pergerakan saat mencontek tidaklah terlalu membuat guru curiga &amp; juga cukup mudah menghilangkan barang bukti jika guru curiga. Jika guru mulai mencurigai kita, kita bisa langsung meremas&#8221; kertas tersebut &amp; membuangnya jauh&#8221; atau bisa kita sembunyikan di sepatu/kaos kaki. Namun semua itu haruslah dilakukan dengan sangat cepat &amp; hati&#8221;. Cara ini tidak disarankan untuk yang duduk di depan karena sangat beresiko tinggi.</p>
<p>
<p>2. &#8220;Hardisk&#8221;</p>
<p><img src="http://i300.photobucket.com/albums/nn4/NIKOINOVA/hardisk.jpg" alt="" border="0" /></p>
<p>Cara ini sangatlah beresiko tinggi. Tingkat kegagalannya juga besar. Cara ini hanya dipakai oleh pelajar yg malas (malas belajar maupun malas bikin contekan <img title="Ngakak" src="http://www.kaskus.us/images/smilies/ngakak.gif" alt="" border="0" />) &amp; mempunyai nyali tinggi. Cara ini sangat beresiko &amp; mempunyai tingkat kesulitan yg tinggi karena butuh meja berkolong, harus membolak-balik halaman, menimbulkan suara &amp; pergerakan yg mencurigakan. Jika ketahuan gurupun sangatlah sulit menghilangkan jejak &amp; urusannya bisa panjang. Lagi-lagi cara ini sangat tidak disarankan bagi yg duduk depan.</p>
<p>
<p>3. &#8220;Sharing &amp; Security&#8221;</p>
<p><img src="http://i300.photobucket.com/albums/nn4/NIKOINOVA/Sharingnsecurity.jpg" alt="" border="0" /></p>
<p>Nah cara ini juga termasuk yang paling sering dilakukan di kelas ane. Dalam cara ini ada 2 tokoh yaitu server &amp; client. Kelas bagaikan sebuah jaringan komputer. Server haruslah orang yg pintar dalam suatu mata pelajaran. Server bertugas membagi jawaban yg ia tahu kepada para client. Di dalam kelas haruslah terdapat banyak server untuk berbagai pelajaran. Karena jika hanya mengandalkan 1 server, daya jangkaunya sangat sempit. Cara penyebaran jawaban bisa melalui sobekkan kertas, finger code (jika soal pilihan ganda), ataupun peer 2 peer (melalui percakapan tanpa suara) <img title="Hammer2" src="http://www.kaskus.us/images/smilies/hammer.gif" alt="" border="0" /> Cara ini tidak akan berjalan baik jika ada murid yg pelit/tukang ngibul. Cara ini butuh waktu yg cukup lama karena butuh waktu yg cukup lama karena harus melewati beberapa tahapan yaitu, proses &#8220;upload&#8221; jawaban oleh server, &#8220;download&#8221; jawaban oleh client, &amp; proses penyebaran jawabannya. <img title="Hammer2" src="http://www.kaskus.us/images/smilies/hammer.gif" alt="" border="0" /> Cara ini dapat diaplikasikan untuk yang duduk depan. Resiko ketahuannya tergantung pada kekompakkan &amp; kekreatifan dlm menyebarkan &amp; menerima jawaban.</p>
<p>
<p>4. &#8220;Mbah Google&#8221;</p>
<p><img src="http://i300.photobucket.com/albums/nn4/NIKOINOVA/Mbahgoogle.jpg" alt="" border="0" /></p>
<p>Cara ini bermodalkan hp &amp; pulsa. Sebenarnya cara ini sama dengan cara no 3, bedanya cuma teknologi yg dipake lebih canggih &amp; modern. Tapi resiko kegagalannya lumayan besar. Apalagi klo ketahuan &amp; diambil guru tuh hp bisa&#8221; pindah kepemilikan &amp; urusannya bisa lebih panjang dari no. 3.</p>
<p>
<p>5. &#8220;Spy Shot&#8221;</p>
<p><img src="http://i300.photobucket.com/albums/nn4/NIKOINOVA/spyshot.gif" alt="" border="0" /></p>
<p>Cara ini digunakan jika teman sebangku anda pelit. Anda harus mempunyai mata yg tajam &amp; memanfaatkan waktu secepat mungkin utk melakukannya. Cara ini kurang efektif karena biasanya orang yg pelit berusaha semaksimal mungkin utk menyembunyikan jawabannya. Dia juga punya trik&#8221; yg membuat anda tidak dpt melihat/meniru jawabannya.</p>
<p>
<p>6. &#8220;Poto Kopi&#8221;</p>
<p><img src="http://i300.photobucket.com/albums/nn4/NIKOINOVA/Fotokopiperkecil.jpg" alt="" border="0" /></p>
<p>Cara ini banyak digunakan oleh para pelajar yg malas membuat contekan. Biasanya mereka mem poto kupi buku cetak / catatan. Biasanya buku/catetan difotocopy perkecil 30-40 kali. </p>
<p>
<p>7. &#8220;Hi-Tech&#8221;</p>
<p><img src="http://i300.photobucket.com/albums/nn4/NIKOINOVA/hitek.jpg" alt="" border="0" /></p>
<p>Sekarang sudah jamannya teknologi. Semua sudah terkomputerisasi. Begitupun dengan mencontek. Sebenarnya cara ini sama dengan cara no. 4, bedanya hanya cara ini tdk membutuhkan pulsa. Jaman sekarang mencontek dapat menggunakan alat&#8221; canggih seperti hp ataupun jam tangan, dll. Untuk soal matematika &amp; eksak bisa menggunakan kaluklator hp. Untuk soal b. ing/bhs asing lainnya bisa menggunakan kamus di hp. Untuk soal hafalan bisa menggunakan notes di hp. Bahkan temen ane ada yg punya jam tangan yg bisa masukin contekan.</p>
<p>
<p>8. &#8220;Cari Inspirasi di WC&#8221;</p>
<p><img style="max-width: 800px;" src="http://img261.imageshack.us/img261/9853/sofitel.jpg" /></p>
<p>Cara ini cara yg cukup ampuh jika kita sudah mentok &amp; gak punya contekan. Biasanya anda harus bekerjasama menaruh buku/catetak/contekan lainnya di WC (tentunya di tempat yg tersembunyi). Jika anda bener&#8221; sudah mentok barulah anda pergi ke WC utk melihatnya. Jangan beramai-ramai pergi ke WC karena akan membuat guru curiga. Tapi cara ini sudah banyak diketahui oleh guru, jd sebaiknya berhati&#8221; lah!</p>
<p>
<p>9. &#8220;Ngebatik&#8221;</p>
<p><img src="http://i300.photobucket.com/albums/nn4/NIKOINOVA/batik1.jpg" alt="" border="0" /></p>
<p>Ngebatik adalah cara mencontek dengan media tangan ataupun meja. Cara ini adalah cara kuno namun cenderung efektif &amp; cukup aman. Cara ini bisa digunakan bagi yg duduk depan, namun harus berhati&#8221; &amp; waspada!</p>
<p>sumber: <a title="kaskus.us" href="http://www.kaskus.us">kaskus.us</a><br />Technorati Tags: <a class="performancingtags" href="http://technorati.com/tag/tips%20and%20trik" rel="tag">tips and trik</a>, <a class="performancingtags" href="http://technorati.com/tag/uan" rel="tag">uan</a>, <a class="performancingtags" href="http://technorati.com/tag/ujian%20nasional" rel="tag">ujian nasional</a>, <a class="performancingtags" href="http://technorati.com/tag/" rel="tag"></a></p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" alt="" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=db92ff18-abc5-8f66-8ad9-e3a911dca51e" /></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ujianku.com/2010/03/tips-buat-yang-mau-uan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Empat Syarat Secara Simultan Sebagai Syarat Kelulusan</title>
		<link>http://www.ujianku.com/2010/01/empat-syarat-secara-simultan-sebagai-syarat-kelulusan/</link>
		<comments>http://www.ujianku.com/2010/01/empat-syarat-secara-simultan-sebagai-syarat-kelulusan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 17:15:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional (UAN)]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ujianku.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, &#8220;Persyaratan lulus yang kita pakai sekarang ini sesuai dengan PP No. 19 Tahun 2005 yaitu seseorang dikatakan lulus kalau dia memenuhi keempat syarat ini&#8221;, kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="" src="http://www.depdiknas.go.id/file/berita/20100112164812-logo%20diknas%20hari%20ini_1.jpg" title="Pendidikan" class="aligncenter" width="154" height="180" /><br />
Jakarta, &#8220;Persyaratan lulus yang kita pakai sekarang ini sesuai dengan PP No. 19 Tahun 2005 yaitu seseorang dikatakan lulus kalau dia memenuhi keempat syarat ini&#8221;, kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh, dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI, pada Senin (11/01) kemarin.<br />
<span id="more-95"></span><br />
Dalam paparannya Mendiknas menjelaskan keempat kriteria yang menjadi persyaratan lulus dari satuan pendidikan, yaitu: Pertama, menyelesaikan seluruh proses pembelajaran disekolah, sebagai contoh apabila ada siswa kelas dua SD, walaupun sangat pintar dan lulus ikut ujian nasional maka dia belum bisa diluluskan karena proses belajarnya belum selesai atau belum terpenuhi.</p>
<p>Kedua, memperoleh nilai baik untuk kelompok mata pelajaran akhlak mulia, kepribadian dst. &#8220;Ini yang menilai adalah sekolah karena tidak mungkin dinilai secara nasional sebab yang tahu pasti adalah sekolah itu jadi yang menentukan kelulusan nilai kelompok ini adalah sekolah itu sendiri&#8221;, kata Mendiknas. Ketiga, lulus Ujian Sekolah dan yang ke empat, lulus Ujian Nasional (UN).</p>
<p>&#8220;Meskipun UN dapat nilai 10 tetapi apabila seandainya program ini tidak dilaksanakan penuh maka tidak lulus. meskipun dia mendapatkan nilai Un 10 sedangkan tidak lulus ujian mata pelajaran akhlak mulia maka dia tidak lulus, meskipun dia mendapatkan nilai UN 10 sedangkan tidak lulus ujian sekolah maka dia tidak lulus. jadi ini adalah empat syarat secara simultan untuk kelulusan dari siswa-siswi kita&#8221;, jelas Mendiknas.</p>
<p>Pada tahun 2010, syarat lulus UN yaitu rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan tetapi masih diperbolehkan ada nilai 4.&#8221;Boleh ada angka 4, angka 4 masih diperbolehkan, karena kami menyadari atas pertimbangan saat itu adalah memang masih ada kemampuan-kemampuan sekolah kita, bisa jadi karena kualitas gurunya, infrastruktur dan sebagainya serta ada juga yang belum bisa lulus sampai angka 6 atau 7, oleh karena itu dipakailah angka 4 ini&#8221;, kata Mendiknas.</p>
<p>Pelaksanaan Ujian Nasional Tahun pelajaran 2009/2010 dimajukan 2 minggu dari jadwal pelaksanaan UN tahun pelajaran 2008/2009 dikarenakan adanya kebijakan UN ulangan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada lulusan-lulusan siswa-siswi yang ikut UN ulangan dapat mengikuti seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.</p>
<p>Dalam Hal ini, Pemerintah belum bisa memberikan jaminan bahwa UN yang dilakukan tidak ada kecurangan atau penyimpangan, tetapi pemerintah berusaha untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya kecurangan dan pelanggaran-pelanggaran.</p>
<p>Mendiknas mengatakan bahwa bukan pada jamin menjamin tetapi pertanyaannya adalah bagaimana usaha untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya kecurangan ataupun pelanggaran-pelanggaran itu.</p>
<p>Mendiknas menjelaskan bahwa ada empat aspek yang kita perkuat yaitu yang pertama, adalah aspek dari pembuatan soalnya itu sendiri, jangan sampai soalnya sendiri itu tidak mencerminkan realitas dari kualitas pendidikan kita dan selama pembuatan soalnya pun itu harus dijamin dan dipastikan serta harus diperkecil betul terjadinya kebocoran.</p>
<p>Kedua, dari sisi penggandaannya dan distribusinya. Oleh karena itu sekarang kita minta betul kepada BSNP untuk membuat bisnis proses dari pelaksanaan UN ini, tidak hanya sekedar penggandaan trus dikirim dan habis itu dikirim lagi bukan seperti itu, tetapi mulai detail, siapa yang bertanggungjawab, setiap titik ada cek point nya, dari situ pula lah nanti kita dapat melakukan pengawasan yang lebih ketat lagi, karena pelaksananya adalah BSNP sedangkan pemerintah yang menetapkan kebijakannya.</p>
<p>Ketiga, adalah pada saat pelaksanaannya sendiri, pada saat hari pelaksanaannya kita juga berusaha betul untuk dapat meningkatkan kualitas pelaksanaannya. Ada beberapa yang kami rancang yaitu yang pertama, memanfaatkan inspektorat-inspektorat baik yang ada di pusat maupun yang ada di daerah untuk ikut serta mengawasinya. Kedua adalah memanfaatkan sumberdaya yang ada di perguruan tinggi untuk ikut serta didalamnya dan tentu juga para guru tetapi modelnya bukan murid yang di geser/diputar tetapi gurunya yang digeser/diputar. kalau guru itu dicurigai ada MoU/kerjasama antara sekolah A &#038; B karena guru A mengawasi sekolah B dan sebaliknya sehingga ada kesepakatan bersama maka itu juga akan diantisipasi dengan tiga/empat model yaitu sekolah A mengawasi sekolah C, B mengawasi A, C mengawasi D, dst sehingga agak merumitkan/ memperkecil kemungkinan adanya kerjasama itu. Selanjutnya yaitu didalam kelas soalnya tidak satu tipe saja tapi ada beberapa tipe sehingga kemungkinan untuk melakukan contekan bisa diperkecil.</p>
<p>Selanjutnya, evaluasinya, Mendiknas mengatakan bahwa kami menekankan bahwa didalam evaluasi ini bukan sekedar untuk menentukan anak ini lulus atau tidak karena kami tidak ingin adanya kontroversi antara UN dijadikan sebagai standar kelulusan sekolah dan UN dijadikan sebagai pemetaan. Tetapi &#8220;Ujian Nasional (UN) disamping untuk menentukan standar kelulusan juga untuk pemetaan&#8221; tambah Mendiknas. (AND) <a href="http://www.depdiknas.go.id/">-Sidiknas-</a> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ujianku.com/2010/01/empat-syarat-secara-simultan-sebagai-syarat-kelulusan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendiknas: UN Akan Berubah&#8230;</title>
		<link>http://www.ujianku.com/2009/11/mendiknas-un-akan-berubah/</link>
		<comments>http://www.ujianku.com/2009/11/mendiknas-un-akan-berubah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 04:11:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ujian Nasional (UAN)]]></category>
		<category><![CDATA[uan]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ujianku.com/blog/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Mendiknas Mohammad Nuh mengatakan, selain pelaksanaan UN 2010 akan berubah, UN juga dinyatakan bukan sebagai satu-satunya penentu kelulusan. Hal itu dikatakan oleh Mendiknas di Jakarta, Kamis (26/11). “Tetap yang menentukan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Mendiknas Mohammad Nuh mengatakan, selain pelaksanaan UN 2010 akan berubah, UN juga dinyatakan bukan sebagai satu-satunya penentu kelulusan.</p>
<p>Hal itu dikatakan oleh Mendiknas di Jakarta, Kamis (26/11). “Tetap yang menentukan kelulusan adalah sekolah atau guru. Artinya, jika ada peserta didik yang memperoleh nilai 10, tapi menurut gurunya peserta didik itu tidak lulus, maka dia tidak lulus,” katanya.</p>
<p>Nuh menjelaskan, anggapan UN dijadikan satu-satunya untuk menentukan kelulusan adalah keliru. Hasil UN digunakan antara lain untuk pemetaan mutu satuan dan atau program pendidikan, seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, penentuan kelulusan peserta didik dari program dan atau satuan pendidikan, serta pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.</p>
<p>Perubahan yang paling signifikan dari pelaksanaan UN tahun sebelumnya dengan UN 2010, lanjut Nuh, adalah adanya kesempatan bagi para peserta didik untuk mengulang, selain juga UN susulan, bagi mereka yang pada saat pelaksanaan tidak bisa ikut karena suatu sebab, seperti sakit.</p>
<p><strong>KOMPAS.com</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ujianku.com/2009/11/mendiknas-un-akan-berubah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

